[Magang 101] Do and Don’ts

Mahasiswa tingkat menengah sampai akhir pasti sudah tidak asing dengan magang. Buat yang belum tau arti magang, menurut KBBI, magang adalah calon pegawai (yang belum diangkat secara tetap serta belum menerima gaji atau upah karena dianggap masih dalam taraf belajar). Hampir seluruh universitas di Indonesia mewajibkan mahasiswa-mahasiswinya untuk magang terlebih dahulu sebelum lulus. Tujuannya agar mahasiswa-mahasiswinya dapat bersaing di dunia kerja karena mempunyai pengalaman.

Tidak jarang, mahasiswa-mahasiswi menganggap magang hanya menjadi salah satu syarat untuk mereka meraih gelar mereka. Mereka pun asal-asalan dalam melamar, hanya bermodal CV, dikirim ke semua instusi, lalu tinggal berserah dimana mereka akan diterima masuk sebagai anak magang.

Alhasil? Setelah masuk kerja banyak yang mengeluh. Dari tempat magang yang kurang nyaman, tidak difasilitasi internet, atasan yang galak, pekerjaan yang bejibun, hingga jam kerja yang hampir lembur setiap harinya. Padahal, beberapa dari mereka mengatakan bahwa laporan magang mereka akan dijadikan nilai untuk menentukan IPK. Mau tak mau, mereka terpaksa hanya menahan penderitaan dan berharap hingga masa magang selesai.

Untuk menghindari hal tersebut, kali ini penulis akan berbagi soal do and don’ts sebelum kalian melamar ke suatu perusahaan untuk magang berdasarkan pengalaman penulis sendiri.

Do:

  1. Find out your personality!

Yap, hal pertama yang harus kalian lakukan sebelum melamar magang ialah cari tau kepribadian kalian. Karena hal ini sangat-sangat krusial untuk dilewatkan. Let’s say misalnya kamu dari jurusan Bisnis. Let me remind you that this is millennial era guys! Bisnis di bidang apa? Karena cakupan bisnis itu luas banget dan kalian harus tau spesifikasi yang kalian kuasai. Jangan sampe, kalian sebenernya passion di negosiasi dengan client, tapi ternyata dapet magangnya di bagian hitung-hitungan.

Untuk cek personality kalian, kalian bisa mengunjungi situs ini :

http://www.si-pedia.com/2014/03/tes-kepribadian-mbti-online-gratis-bahasa-indonesia.html

  1. Think About Your Orientation!

In what kind of company that you’ll be proud of being its employee? Yes, choose one: popular company, big amout of salary, or great experience. Untuk soal orientasi perusahaan, mungkin penulis nggak bakal maksa kalian untuk merubah pola pikir kalian karena biar gimana pun, kalian sendiri yang bisa menentukan yang terbaik untuk kalian. Memang, banyak company yang mempunyai ketiganya sekaligus secara sekilas. Namun, hati-hati dalam memilih. Tidak sedikit well known company membiarkan anak magangnya tidak mempunyai job sama sekali karena tidak dipercaya. Be careful of this kind of company! You’ll not get anything to bring home. Untuk apa hanya memperbagus CV namun tidak ada pengalamannya?

  1. Research Research Research!

After you can imagine in what company you want to get in, don’t forget to take a research! Biasanya sebelum apply ke company, penulis googling dulu dengan format keyword seperti ini : [Company Name] internships journey. Biasanya banyak orang yang sudah nulis di blog mereka masing-masing tentang pengalaman mereka selama bekerja. Tapi kalau sudah hopeless karena nggak ketemu, I suggest you to create a Linkedin account, terus tinggal cari nama company yang kamu mau, lalu kamu bisa liat siapa saja yang sedang bekerja disana. Nah, kamu bisa coba add mereka dan nanya-nanya sama mereka. Dengan cara ini siapa tau kalian juga bisa ketemu jodoh #eh.

Don’ts:

  1. Don’t follow your friend (and lovers).

Yah kenapa? Bukannya enak, jadi bisa berangkat bareng, curhat bareng, ngegosip bareng, dll. Ada dua aspek yang membuat penulis sangat-sangat menentang prinsip ikut-ikutan temen ini. Aspek yang pertama adalah YOU SHOULD BE YOU! Jangan karena mau deket-deket terus sama si A, atau mau cari aman biar ada temen pas magang biar nggak kesepian. Jangan sampai kalian sebenernya nggak passion di bidang tersebut, tapi bingung, lalu ikut-ikutan temen doang. Jangan takut pergi tanpa teman. Because we born alone and die alone. You are wasting your time if your whole of time spent only with one guy. Aspek yang kedua adalah sesuatu hal yang belum tentu terjadi, however it’s important and I should warn you that nggak semua temen yang asik diajak hangout, or cocok pas satu organisasi, bakalan cocok saat di dunia kerja. Kalau sudah nggak cocok? Bisa-bisa kalian malah nggak betah kerja, dan resign deh. It’s not funny, right?

  1. Spread your CV to many company.

Instead of sebar-sebarin CV ke banyak perusahaan dan berharap salah satu dari mereka nerima kamu (padahal perusahaan yang kamu sebarin kamu nggak mau mau banget), I suggest you to focus on few of the company of your dream, and improve your CV based on the company needs. Sebagai contoh, penulis contohin aja ketika penulis ingin melamar kerja sebagai Mobile Developer di perusahaan X. Setelah penulis melakukan research tentang perusahaan tersebut, ternyata teknologi server-side yang digunakan perusahaan tersebut bukan seperti perusahaan Indonesia umumnya yang masih menggunakan PHP murni, CI, dan mentok-mentok Laravel, melainkan perusahaan tersebut menggunakan NodeJS.   Demi menggapai mimpi penulis mulai belajar NodeJS secara otodidak dan mengupgrade CV penulis menjadi sesuai dengan perusahaan butuhkan. Dan voila penulis pun diterima menjadi salah satu employeer perusahaan tersebut sekarang. #kokjadicurhat

Itu saja DO and DON’TS saat mulai melamar untuk menjadi anak magang. Perlu diingat bahwa artikel ini hanya berupa saran berdasarkan pengalaman penulis saja. Jadi, yang menurut kalian kurang oke atau gimana, tidak harus dituruti.

Ngomong-ngomong soal company orientation, Tokopedia adalah salah satu company yang menurut penulis mempunyai ketiga aspek tersebut. Banyak banget pengalaman yang kalian bisa dapet di Tokopedia yang pastinya akan berguna banget buat mengasah skill kamu.

Buat yang penasaran gimana sih tahap-tahap untuk menjadi anak magang Tokopedia atau penasaran tentang kehidupan Tokopedia saat di kantor, bisa langsung aja dateng ke event Accelerate Your Career Path with Tokopedia yang akan diadakan pada :

Hari / Tanggal : Sabtu, 6 Mei 2017

Jam                   : 13.00-15.00

Tempat            : Kampus BINUS Anggrek (Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Palmerah 11480) ruang 800.

Pendaftaran akan dibuka minggu depan so pantengin terus ya Instagram Top Ambassador Jabodetabek (@topam_jabodetabek) dan jangan lupa book your date! Selain bisa denger sharing dari kakak-kakak Tokopedia, kalian juga bisa nanya, dan juga bakal dapet souvenir special dari Tokopedia loh! Let’s build your dream at Tokopedia because semua #dimulaidariTokopedia!

Penulis : Firda Sahidi (https://www.linkedin.com/in/firda-sahidi-a1351293)

Kenalan Sama TopAm Jabodetabek Gen I, yuk!

Tokopedia Student Ambassador dibagi ke dalam beberapa region, ada region Jabodetabek, Jabar, Jateng, dan Jatim. Hingga 2017 ini, Tokopedia Student Ambassador sudah menginjak Batch 4, namun untuk region Jabodetabek sendiri baru ada pada tahun ini loh! Maka dari itu, kami menamakan diri sebagai TopAm Jabodetabek Gen I 🙂 .

Siapa aja sih TopAm Jabodetabek Gen I?

1486572863808
Kiri ke Kanan – Firda, Ilham, Kak Eko (mentor), Yessi, dan Monica

Itulah wajah-wajah para TopAm Jabodetabek Gen I. Ada Firda Sahidi (Binus), Muhammad Ilham Jamaludin (IPB), Patricia Yessi (Binus), dan Monica Devi Kristiadi (UMN). Kami juga memiliki mentor yakni Kak Eko Rhenardo. Selama satu tahun ke depan, jangan bosan-bosan ya mengikuti event-event seru dan artikel-artikel terbaru dari kami!

~Monica

 

We Are Little Nakama!

ojxlcp0

Halo! Selamat datang di blog resmi Tokopedia Student Ambassador Region Jabodetabek! Di sini, kami akan membagikan berbagai pegalaman, artikel, tips trik, maupun informasi-informasi menarik lainnya. Sebelumnya, ada yang bingung gak sih sama judul situs ini alias Little Nakama? Nah biar gak bingung lagi, aku mau jelasin nih kenapa kami akhirnya memilih Little Nakama sebagai nama blog kami.

Jadi, ada sebuah tradisi di Tokopedia yang menamakan seluruh karyawan di sana sebagai Nakama. Nakama sendiri berasal dari bahasa Jepang yang memiliki arti “Seseorang yang memiliki tujuan hidup yang sama dan ditakdirkan untuk bersama. Terlalu dangkal untuk dikatakan sebagai teman, karena itu lebih tepat disebut sebagai rekan hidup atau keluarga”.

1464253637-f3fb4de440bb536454de6e5820d71213

Sebagai Tokopedia Student Ambassador alias Duta Pelajar Tokopedia, kami juga telah merasa diperlakukan sebagai keluarga sendiri, sama seperti para Nakama lainnya. Kami diayomi dan dibimbing oleh kakak-kakak mentor agar dapat mencapai tujuan yang kami susun bersama. Karena kami merupakan anggota Nakama yang masih imut-imut kalau dibandingkan dengan kakak-kakak lainnya, makanya kami menamakan blog ini sebagai “Little Nakama” alias anggota keluarga Tokopedia yang masih imut-imut :p .

Sekian perkenalan singkat dari kami, selamat membaca postingan-postingan lainnya dari kami!

~Monica

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑